Cara Menanam Bawang Merah Sendiri di Rumah

bawang merah


Bawang merah adalah bahan utama yang menjadi andalan bagi satu bagian besar masyarakat Indonesia. Kecuali menyedapkan cita rasa masakan, bawang merah juga dipercaya memiliki banyak faedah yang baik bagi kesehatan tubuh.

Komposisi bawang merah ini lazimnya dimanfaatkan sebagai rempah pada masakan adalah bagian umbinya dijadikan sebagai bawang goreng. Sementara daun bawang merah untuk penyedap masakan. Bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Selain itu, bawang merah juga mengandung kalsium serta zat besi. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin.

Kegunaan berbeda bawang merah yaitu sebagai obat konvensional, bawang merah dikenal sebagai obat sebab mengandung efek antiseptik serta senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim alliinase seterusnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikoba yang mempunyai sifat bakterisida.

Manfaat bawang merah tak hanya bagi kesehatan saja. Namun, khasiat bawang merah untuk lelaki juga bisa menolong metode kekebalan tubuh tubuh yang lemah dapat membikin seseorang lemas, gampang lelah, dan bergerak lambat di atas ranjang.

Apabila Anda ialah penggemar bawang merah, berikut teknik membiakkan bawang merah..

Metoda membiakkan bawang merah

kebun bawang merah


1.Ketentuan menanam bawang merah


Sebagai salah satu jenis komoditas unggulan Indonesia, bawang merah amat pas dibudidayakan di iklim tropis. Secara ringkas berikut persayaratan tumbuh bawang merah :


  • Bawang merah tumbuh di dataran rendah sampai dengan dataran tinggi sekitar 1000 mdpl
  • Hasil produksi paling baik pada dataran rendah dengan temperatur 25-32 °C , dengan intensitas cahaya 75%.
  • Persyaratan tanah : gembur, subur serta banyak mengandung bahan organik.
  • Jenis tanah yang paling bagus yaitu lempung berpasir atau lempung berdebu.
  • pH tanah 5-5 -6,5.
  • Pengairan serta aerasi tanah diusahakan yang bagus.


2. Pemilihan bibit bawang merah


Varietas benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal hingga benih hibrida impor. Bentuk benihnya ada yang dari biji, tersedia juga berupa umbi. Kebanyakan budidaya bawang merah di sentra-sentra produksi menggunakan umbi sebagai benih.

 Benih bawang merah yang baik bermula dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik setidaknya sudah disimpan 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tak cacat, berwarna merah tua mengkilap.

Teknik memilih bibit yang berkualitas merupakan mencari tanaman bawang merah yang mempunyai umbi berumur lebih kurang 100 hari, jika masih merasa bingung cara memilih bibit bawang merah silahkan perhatikan tahap dibawah ini (Sumber: Sentra Budidaya):

Tampilan bibit perlu padat serta sehat dan warna harus pudar. Selanjutnya coba kalian potong bagian bawah bawang merah apabila telah tanpa warna hijau berarti tunas sudah tumbuh

Ukuran bawang merah sangat memilih mutu, ada 3 jenis ukuran bawang merah diantaranya:

Umbi besar (1,8 cm serta berat 10 gram)
Umbi sedang(1,5-1,8 cm serta berat 5-10 gram)
Umbi kecil( 1,5 cm dan berat 5 gram)

3. Menebar benih bawang merah


Langkah selanjutnya merupakan dengan menyemai bawang merah.

Sesudah tanah dibajak, tanah dibuat menjadi beberapa bedengan. Ukuran bedengan yang umum sekitar 1.2 meter dengan panjang mengepaskan lokasi. Sebagai tambahan, taburkan furadan diatasnya untuk menghindari serangan semut yang bakal memakan biji bawang merah.

Apabila bedengan sudah dibuat, bahan bahan telah disiapkan, rangkaian tindakan persemaian bawang merah dapat segera dikerjakan. Bahan yang digunakan yaitu benih, fungisida, kayu panjang 1.5 m, air untuk menyiram. Benih dicampurkan dengan fungisida. Fungisida yang berwarna putih juga bisa menjadi identitas supaya benih mudah dikenali kerapatannya di dalam tanah.

Bedengan yang telah disiapkan di buat larik larik dengan menggunakan kayu maupun papan panjang, dengan kedalaman kurang lebih 5 - 10 cm. Kemudian benih bawang merah di tabur didalam larik larik tersebut. Jangan terlalu rapat serta jangan terlalu renggang. Kemudia tutup dengan tanah. Dan siram dengan air.

Sesudah berumur 1 minggu, benih mulai bakal bermunculan tunas. Pemberian naungan untuk menghindari cuaca yang dapat merusak tanaman. Hujan yang terlalu tinggi dan deras dapat menjadikan rusak tanaman yang masih mempunyai ukuran kecil.

Panas yang berlebih juga tak baik sebab tanaman akan layu dengan lekas. Perhatikan pola penyiraman karna amat mempengaruhi kelembapan tanah. Penyiraman yang terlalu sering membuat sebagai tanah lembab serta bisa memicu jamur.

Jika benih telah berumur 40 hari, artinya benih yang disemai tersebut sudah siap untuk di pindah ke areal sawah ataupun ladang.


4. Proses menanami bawang merah


Sesudah berumur 4 minggu, pindahkan benih bawang merah pada lahan yang sudah disiapkan. Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memberikan pupuk. Berhati-hatilah waktu melepaskan benih dari polybag supaya akar tidak rusak.

Jika Anda tetap memakai polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimum 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan.

Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, serta sekam mentah untuk tempat menanam.

5. Pemupukan bawang merah


Pemupukan susulan diberikan sesudah tanaman bawang merah berumur 2 minggu. Jenis pupuk terdiri dari campuran urea, ZA, serta KCl yang diaduk rata. Kandungan masing-masing pupuk sebanyak 93 kg, 200 kg serta 112 kg untuk setiap hektarnya. Pemupukan susulan selanjutnya diberikan pada minggu ke-5 dengan kandungan urea, ZA, KCl sebanyak 47 kg, 100 kg, 56 kg per ha. Pemupukan diberikan dengan membuat garitan disamping tanaman.

6. Perawatan bawang merah


Penyiraman 


Hasil dari perhitungan konsumsi air yang diberikan pada bawang merah dengan interval penyiraman 3 hari semenjak umur 26 - 50 hari setelah bertanam (HST) volume air yang terpakai yaitu 187,5 liter/m2.

Pada penyiraman yang dilakukan tiap 2 hari ialah 204,5 liter/m2. Dengan demikian,
terdapat penghematan pemakaian air sebanyak 17 It/m2 apabila teknologi ini diterapkan.

Pada saat tanaman berumur 0 - 25 hari setelah tanam penyiraman dilakukan seperti
pada umumnya yang dikerjakan petani, merupakan setiap pagi hari.

sesudah tanaman berumur 26 HST penyiraman dilakukan setiap tiga hari sekali dengan
volume air setara dengan 16,3 It/m2 yang dilakukan sampai tanaman berumur S5 HST (1
7 hari sebelum panen).

Penyiraman bisa dikerjakan dengan menggunakan gembor ataupun jika memungkinkan
bisa menggunakan pompa air yang disambung dengan selang ke lahan. Pada
umumnya petani menyiram bawang merah dengan interval setiap 2 hari.

Membiakkan bawang merah di pot maupun polibag

bawang merah di pot dan polybag


Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan kalau menanam bawang merah di polybag maupun pot:


  • Siapkan pot serta tanah subur sebagai media tanamnya. Campurkan sedikit pupuk ke dalam tanah.
  • Pilihlah bawang yang bagus sebagai bibit, hindari bawang yang mempunyai bercak hitam.
  • Lalu potong bagian ujung bawang merah sedikit saja.
  • Kemudian letakan bawang merah tadi ke dalam pot. Bawang merah yang sudah tua mempunyai ciri kering serta di bagian bawah telah tumbuh tunas.
  • Taruh di kedalaman 5 sampai 7 cm ke dalam tanah, lalu timbun dan jangan lupa sambil ditekan saat menanamnya.
  • Siram tanaman bawang setiap pagi dan sore
  • Setelah 60-90 hari, bawang merah sudah dapat di panen dengan mempunyai ciri daun yang layu dan dan bawang yang menjulang ke atas.


Kontrol hama serta penyakit


Budidaya bawang merah memiliki banyak jenis hama serta penyakit. Walaupun yang paling sering menyerang di sentra-sentra produksi yaitu hama ulat dan penyakit layu.

Hama ulat (Spodoptera sp.) menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Bila daun diteropong kelihatan semacam gigitan ulat. Hama ini ditanggulangi dengan pemungutan manual, ulat serta telur diambil untuk dimusnahkan. Bisa juga dengan memakai feromon sex perangkap, gunakan sebanyak 40 buah per ha. Bila serangan menghebat, kerusakan lebih dari 5% per rumpun daun, semprot dengan insektisida yang berbahan aktif klorfirifos.

Penyakit layu fusarium, dikarenakan oleh cendawan. Gejalanya daun menguning dan serupa dengan terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman yang mati kemudian membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.

7. Panen


Penentuan ketika panen pada bawang merah dapat dilakukan dengan cara:

Visual, melihat kondisi daun mulai menguning, daunnya rebah, umbinyatampak menonjol dari permukaan tanah, warna umbi kelihatan kemerahan.
Fisik, dengan perabaan leher umbi lunak.
Komputasi, penentuan umur tanaman semenjak melakukan pekerjaan tanam-menanam (tergantungvarietas/kultivar, cuaca/musim, pemeliharaan tanaman).
Penanganan Panen, dikerjakan dengan memungut hasil dengan metoda mencabutseluruh bagian tanaman dengan cara manual dengan tangan.
Standar penentuan saat panen dan penanganan panen

Secara visual dengan melihat perkembangan fisik tanaman, dimana untuk maksud konsumsi cirinya daun mulai menguning, daunnya rebah, umbinyatampak menonjol dari permukaan tanah, warna umbi kelihatan kemerahan.Untuk tujuan bibit, daun tanaman total rebah (lebih 30% menguning)

Dengan cara komputasi, untuk tujuan konsumsi maka penentuan usia tanaman sejak bertanam, tergantungvarietas/kultivar, cuaca/musim, pemeliharaan tanaman. (untuk varietas BimaBrebes dipanen pada usia 58-60 HST pada musim kemarau, sedangkan padamusim penghujan umumnya dipanen lebih awal).

Untuk maksud benih yaitu umur panen lebih lama sekitar 3-4 hari. Panen dilakukan pada pagi hari sesudah nggak ada embun serta tak pada saatturun ataupun menjelang hujan. Untuk maksud bibit panen dilakukan pada sianghari, sehari sebelum panen jangan dilakukan penyiraman.
Prosedur kerja penentuanwaktu panen dan penanganan panen

Tentukan waktu panen yang tepat pas standar.
Amati keadaan cuaca ketika panen (bila hujan pelaksanaan panen ditunda).
Siapkan alat panen serta tenaga kerja yang terampil dan mengurus pembagianareal panen.
Lakukan pemanenan bawang merah dengan teknik mencabut secara hati-hati

Ternyata, membiakkan bawang merah pun dapat dikerjakan dengan cara mudah. Jadi, apakah Anda tertarik untuk membiakkan bawang merah sendiri di rumah?

8. Pasca Panen

pasca panen bawang merah


Untuk menghasilkan mutu bawang merah yang baik penting mengiringi proses penanganan pasca panen bawang merah yang baik serta benar yang terdiri dari beberapa rangkaian tindakan yaitu panen, pengeringan sementara (curing), pengeringan lanjutan, pembersihan, sortasi, pemotongan daun, grading, pengemasan, penyimpanan serta distribusi.

Pengeringan Awal


Proses curing atau pemulihan umbi berfungsi untuk menutup luka pada umbi yang terjadi pada saat panen serta dikerjakan sampai daun layu sekitar 2 hari
Letakkan umbi di alas terpal pada siang hari dibawah sinar matahari yang cukup, kemudian ditata secara teratur dan tak bertumpuk, daun menghadap keatas supaya daun lekas layu dan tanah yang menempel lekas kering
Lakukan pembalikan ikatan agar bagian dalam daun terkena sinar matahari dan posisi umbi tetap tertutup daun, lakukan penataan ulang untuk merapikan posisi umbi dalam penjemuran sampai keadaan mengering
Gabungkan 2 ikatan menjadi 1 ikatan
Lakukan penanganan terpisah pada bawang yang cacat, rusak ataupun terlepas dari ikatannya
Tutup dengan terpal pada malam hari untuk membuat berkurang penguapan air dan memproteksi dari hujan, berikan ruang antara terpal dan bawang, agar terpal tak langsung mengenai bawang.

Pengeringan Lanjutan


Pengeringan lanjutan berfungsi untuk menurunkan kadar air umbi pada lapisan luar supaya usia simpannya lebih panjang.

Pengeringan lanjutan untuk konsumsi dianggap cukup kalau kulit luar sudah mengelupas, bunyi menggeresek, menyusut 15-20% dikerjakan sesudah sekitar 7-8 hari setelah curing.

Pengeringan untuk bibit diperlukan 12-15 hari sampai warna umbi merah cerah serta melekat pada umbinya atau menyusut 17-22%.

Penggabungan 4 ikatan roji yang dijadikan satu supaya keringnya merata dilakukan penjemuran dengan membalik umbi setiap 3 jam setiap hari apabila hari panas.

Susun bawang yang telah kering kedalam keranjang plastik untuk memudahkan proses pengangkutan ke langkah selanjutnya.

Pembersihan


Sesudah pengeringan kumpulkan semua hasil panen di bangsal pasca panen, bangsal pasca panen harus dekat dengan lahan produksi.

Lakukan pembersihan dengan memakai sarung tangan terhadap hasil panen  supaya kualitasnya lebih bersih dan lebih baik dengan teknik memotong daun kering di atas leher umbi.

Kemudian potong akarnya serta bersihkan umbi dari kulit kering dan kotoran yang menempel, pisahkan produk yang cacat supaya yang lainnya tidak terkena mikroba pembusuk.

Letakkan  hasil yang telah dibersihkan ke dalam keranjang untuk mendapati hasil yang baik.

Sortasi Dan Grading


Sortasi serta grading dilakukan menurut keseragaman bentuk, kebersihan, kepadatan, bebas penyakit dan kerusakan dan ukuran panjang berat dan diameter.

Penggolongan sudah dibagi kedalam beberapa kualitas cocok dengan keperluan pasar, merupakan

Mutu 1 diameter siung 3-4 cm
Kualitas 2 diameter siung 2-3 cm
Mutu 3 diameter siung <2 cm

Penyimpanan


Pengeringan dan penyimpanan ditempatkan di para-para gudang yang sudah didesain pas dengan standar penyimpanan dan pengeringan atau instore drying.

Gudang serta para-para penting dalam kondisi kering untuk mengurangi resiko pembusukan.

Dalam gudan bawang disimpan serta disusun pada para-para tak lebih dari 6 tingkat.

Bersihkan gudang secara berkala dengan ventilasi yang cukup agar sinar matahari serta aerasi udara cukup masuk dari dan ke dalam gudang selama proses instore drying yang bisa menyimpan bawang merah semasa 2 bulan.

Perlu untuk diperhatikan rangkaian tindakan penyimpanan yang baik serta betul bisa memperpanjang masa simpan bawang merah serta mempertahankan kesegarannya.

Lain daripada itu menolong dalam pengaturan pemasaran, kalau ini dilakukan dengan betul, mutu bawang merah yang dihasilkan baik serta akan menemukan keuntungan finansial bagi produsen.

Pengemasan


Cuma produk dengan kondisi baik yang dikemas, pengemasan dilakukan dengan menggunakan bahan yang aman dan nggak merusakan bawang merah pas dengan pasarnya.

Pasar lokal menggunakan karung maupun jaring plastik yang berlubang-lubang maupun keranjang plastik atau bambu dengan kapasitas 25-30 kg.
Pasar supermarket memakai tray serta ditutup plastik wrapping ataupun kemasan dengan plastik transparan yang dilubangi dengan berat 0,25-0,5 kg.
Restoran/rumah dikemas dengan kantong atau jaring plastik yang berlubang-lubang ukuran 5 kg.
Luar wilayah dikemas memakai kardus yang telah dilubangi untuk ventilasi udara.
Ekspor dikemas dengan kardus khusus dari eksportir tidak ada kurangnya dengan nama dagang serta tanggal panen, kardus diberi lubang kecil dengan ukuran kardus untuk kapasitas 15-20 kg.

Distribusi


Beberapa hal yang harus diperhatikan waktu menjalankan proses pengangkutan ialah :


  • Karakteristik produk yang diangkut
  • Peralatan serta sarana pengangkutan
  • Lamanya perjalanan pengangkutan
  • Tumpukan semasa pengangkutan
  • Kondisi jalan selama pengangkutan
  • Tempat tujuan pengangkutan


Dengan melaksanakan penanganan pasca panen dengan baik dan betul, kita bisa menekan kehilangan hasil dari 25-40% menjadi seminimal mungkin dan bisa mencukupi permintaan konsumen akan produk sehat dan mempunyai nilai.

0 Response to "Cara Menanam Bawang Merah Sendiri di Rumah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel